Jumat, Desember 14, 2018

Cerpen Penantian (Bagian 1) by RamZu Cahya



Penantian (Bagian 1)
by RamZu Cahya

Suatu hari ada dua sejoli yang pernah bersama namun mereka berdua terpisah karena ke egoisan mereka. Dua tahun sudah mereka tidak pernah saling kasih kabar lagi, secara tidak sengaja mereka bertemu kembali di satu taman hiburan.
“hei...masih kenal sama aku” Aldo menyapa sambil menyolek bahu wanita itu dari samping kanan. “eh ini aldo ya” jawab Cyntia melirik dengan ekspresi sedikit kaget, lalu Aldo Mengajak Cyntia duduk di kursi taman.

“sudah dua tahun lebih ya kita tidak pernah ketemu lagi” sapa Aldo membuka pembicaraan “iya” jawab Cyntia dengan sedikit malu, “aku menyesal pernah mutusin kamu” ungkap aldo sambil menatap Cyntia. setelah mendengar ungkapan Aldo, Cyntia melirik ke arah Aldo dan mata mereka berkontak langsung yang membuat jantung Cyntia berdebar “i..iya aku juga” jawab Cyntia sambil membuang pandangannya dari arah Aldo.

Seketika keadaan menjadi hening, semilir angin berhembus, daun-daun berjatuhan membuat suasana berubah menjadi hangat dan romantis. “dulu tidak seharusnya aku membuat hubungan kita hancur, aku benar-benar sangat menyesal” ungkap aldo sambil menatap daun tersapu angin di tanah “dulu tidak sepenuhnya adalah kesalahan kamu, aku juga sangat egois dan ke kanak-kanakan” jawab Cyntia dengan menatap Aldo. “Aku minta maaf dulu tidak pernah bisa mengerti kamu” ujar Aldo sambil menatap ke wajah Cyntia, “a...aku juga minta maaf” jawab Cyntia dengan wajah yang yang memerah.

“sebenarnya aku sangat senang bisa bertemu lagi dengan kamu, dari dulu sampai sekarang hati aku belum bisa menerima orang lain lagi selain kamu, dan sekarang mumpung kita sudah bertemu aku mau ngomong sesuatu sama kamu” ucap aldo dengan wajah penuh harap, “iya aku juga belum bisa lupain kamu” jawab cyntia dengan sedikit senyuman malu di bibir nya. Lalu aldo membalikan badannya menghadap dan merangkul bahu Cyntia dengan tangannya, sontak cyntia pun merasa kaget dan membuat jantung nya tambah berdebar. “aku mau ngomong serius sama kamu” ucap Aldo dengan wajah yang maju mendekat dengan wajah wanita itu, “mau ngomong apa” jawab Cyntia dengan wajah semakin memerah, “jangan potong saat aku bicara” ujar Aldo dengan suara lembut dan wajahnya yang berjarak 7cm dengan wajah Cyntia, wanita itu Cuma bisa mengangguk dan diam menatap Aldo. “aku mau ngomong serius sama kamu, kau tau siang malam aku tidak bisa tidur memikirkan kamu, dari pas kita putus sampai sekarang aku sangat tersiksa wajahmu selalu terbayang dalam ingatanku” ungkap Aldo dengan mata berkaca-kaca.

Wanita itu mulai berpikir kalau Aldo akan mengajak dia balikan lagi “aku juga merasa seperti itu” jawab Cyntia dengan suara sedikit gemetar karena detak jantung nya yang sudah tidak karuan lagi, “Cyntia sebenarnya aku ingin...” “ingin.. ingin apa” jawab Cyntia, “a...aku ingin kamu...” “aku juga ingin balikan lagi ko sama kamu” ucap Cyntia dalam hati “iya ingin apa” jawab Cyntia, “aku tau ini sangat memalukan” ucap Aldo “iya tidak apa-apa ungkapkan saja” jawab Cyntia dengan mata berkaca-kaca “aku ingin kamu... balikin uang yang dulu kamu pinjam dari aku” ungkap Aldo dengan wajah penuh harap, “haaaahhh” sontak badan Cyntia berbalik ke depan dan menahan kening nya dengan tangan sambil menunduk “aku mikir apa sih GR banget jadi cewek” ucap Cyntia dalam hati dengan wajah sedikit malu dan kecewa. “aku benar-benar tidak punya uang, dari pagi aku belum makan, makanya pas aku ketemu kamu aku sangat bahagia, karena mungkin kamu bisa menyambung hidupku hari ini” ucap Aldo dengan pasrah, Cyntia menghela nafas panjang “kalau mau nagih utang biasa aja gak usah bikin baper orang” sambil mengeluarkan uang dari dompet nya “Cuma nagih 100 ribu aja ribet amat, nih” memberikan uang kepada Aldo. “emangnya kamu masih baper sama aku” ucap Aldo “tadi sih iya sekarang ogah, dah aku mau pergi masih banyak urusan yang lebih penting” sambil pergi dengan rasa kesal.

Bersambung....
Cerpen Penantian (Bagian 1)

Pur

Pur

Terima kasih sudah membaca disini


EmoticonEmoticon