Minggu, November 18, 2018

Cerpen Nasihat Rahasia Uron

Cerpen Nasihat Rahasia Uron
Cerpen Nasihat Rahasia Uron

Rahasia Uron
Oleh : جنكي دوست

Dia tidak tahu rasa itu apa, hanya saja dulu ia nyalar meminta Tuhan agar sang pujaan selalu dapat membersamai, dan selamanya ada di sisi meski ia tahu hal itu sangat egois lagi teramat manja bagi seorang lelaki.

Berulang kali mencoba menafikan keinginan bodoh tersebut, tapi dia malah terjatuh dalam kenaifan yang jika mengingatnya timbul benci terhadap diri sendiri. Betapa lemahnya, dan Uron mengakui itu.

Hingga suatu hari Uron mendapati kecemburuan Tuhan, gadis pujaannya itu bersanding dengan orang lain. Bagaimana rasanya? Sakit! Ingin ia mengamuk, memporak-porandakan dunia dan seisinya.

Dalam keadaan tersebut pemuda itu serupa orang tenggelam, setiap waktu menggapai-gapai meminta pertolongan hingga suatu saat sampailah Uron pada satu pertanyaan, "Siapakah yang dapat menolong hatimu sekarang dari kebinasaan?"

Maka mulailah ia melang-lang buana, meninggalkan tempat kelahiran, bekerja siang malam, bersenang-senang. Demi mengobati hati, apa saja ia berani melakukan.

Suatu waktu, ketika hatinya kembali merasakan kebosanan, tidak sengaja ia mendengar seorang anak kecil melapalkan apa yang dulu waktu di kampung pernah dibacanya, "Ya ayyuhal ingsanu maa gorroka birobbikal Karim."

Ayat itu seperti menekannya, seakan-akan Tuhan langsung yang bertanya. 'Apa yang memperdayakan kamu hingga berbuat durhaka kepada-Ku?'

Maka saat itu juga ia pulang ke kampung halaman, dengan niat bertaubat yang sungguh Uron kembali mengaji di pondok yang dulu ia tinggalkan. Meminta bimbingan kepada sang guru dalam peribadahan.

Kini, setiap sore dari masjid pondok itu terdengar suara pilu yang sangat tidak merdu tetapi mampu membuat orang yang mendengarnya terhanyut, nadzom yang pernah dibacakan Syaikh Abdul Qadir Jailani* mampu menyayat hati Uron setiap hari dalam taubat yang penuh pengharapan.

Kalimat "Tak akan kutemukan di mana hentinya rayuan taubatku pada-Nya" sudah tidak asing bagi bagi orang-orang yang dekat dengan Uron, dan jika ada yang bertanya siapa manusia yang paling hina karena dosa? Maka Uron akan berdiri menununjuk dada sambil menangis.

Pur

Pur

Terima kasih sudah membaca disini


EmoticonEmoticon