Minggu, Desember 24, 2017

Cerpen Kempling dan Wataknya Karya Yan Hendra

Kempling dan Wataknya
Karya : Yan Hendra


Sejujurnya, pertama kenal Kempling, saya merasa takut. Wajahnya seperti penjahat yang sering saya lihat di film-film. Tatapannya seperti elang siap menerkam mangsa. Dia pun perokok, sesuatu yang saat itu tabu di masyarakat, sebab usianya belum genap dua belas tahun. Saya tidak tahu apakah dia masih bersekolah atau tidak. Mungkin drop out, sebab tidak sekali pun pernah melihatnya mengenakan baju seragam.
Beberapa teman melarang saya untuk berdekatan dengannya. “Kempling bergajul, merokok, dan tidak pernah salat,” kata mereka. “Dia juga suka menggoda cewek, begadang tiap malam di tempat orang-orang bermain judi.” Tidak heran, sebab mereka anak-anak remaja masjid.
Namun seperti yang juga mereka pahami, jodoh, rezeki dan maut ada di tangan Allah. Saya pun sebenarnya tak ingin berdekatan dengannya, tetapi karena satu dan lain hal, akhirnya kami dekat, dan semakin dekat hingga menjadi sahabat. Saya adalah satu di antara sahabat dekatnya, hingga kami beranjak jelang dewasa.
Suatu ketika terjadi berita heboh, Marni diberitakan “tek dung” dan Kempling menjadi tersangka. Pak Sadiman tidak terima, dan meminta Kempling untuk bertanggung jawab. Beberapa tetua kampung mendukung dan mendesak, bahkan sahabat-sahabatnya pun ikut menasihati.
“Saya tidak bersalah dan tidak akan bertanggung jawab apapun, karena tidak pernah melakukan perbuatan itu!” sergah Kempling. Dia tidak peduli, meski demikian banyak warga coba menyudutkan dan memaksa, anak itu tetap pada pendirian.
Sebagai sahabat, saya coba menasihati sambil mencari tahu duduk persoalannya.
“Demi Allah, saya tidak melakukannya! Menyentuh tangannya saja tidak pernah,” jawab Kempling dengan tatapan nanar.
Saya percaya, lalu coba bicara dengan beberapa orang tua berpengaruh untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara yang lebih bijaksana. Alhamdulillah mereka setuju. Tiga minggu kemudian setelah uji DNA dilakukan, hasilnya terbukti. Tidak ada “jejak” Kempling dalam rahim Marni. Lalu siapa pelaku sebenarnya? Hanya Marni dan Alloh yang tahu.
Lalu pesan apa yang hendak dimunculkan dalam cerita di atas?
Seseorang biasanya mengetahui watak dan ciri khas sahabatnya. Sekian tahun bersahabat dengannya, saya mengetahui beberapa watak serta kebiasaannya. Seperti: Kempling itu sebenarnya penakut dengan perempuan, tetapi dia mengamuflasenya dengan pura-pura menjadi sosok lelaki penggoda. Beberapa perempuan yang berani membalas godaannya membuat ia mati kutu. Kempling pun suka berbohong dan mengarang cerita agar di mata orang dia terlihat hebat. Bila ada yang mempertanyakan keabsahan ceritanya, dia berani mengucapkan “demi tuhan”, tetapi bila ia mengatakan “ demi Allah” itu artinya dia tidak berbohong.

WebBlogPur

WebBlogPur

Terima kasih sudah membaca disini


EmoticonEmoticon