Minggu, Mei 14, 2017

Cerpen Liburanku Karya Shopya Rangganizer

Tags

Cerpen Liburanku Karya Shopya Rangganizer
Cerpen Liburanku Karya Shopya Rangganizer

Liburanku


Biar kuberi tahu, Zee sangat menyukai masa liburnya dimana dia menghabiskan waktu di kamar kost yang sejak enam bulan lalu ia tempati. Membaca, menggambar, menonton drama korea, menonton anime yang kekanak-kanakan, dan melakukan berbagai kegiatan mengasyikkan lain, menurutnya.
***
Jumat, Sabtu, Minggu, tiga hari libur adalah kenikmatan dunia tidak sampai Sabtu pagi yang cerah Zarra, teman Zee, mengetuk pintu dengan tidak sabaran. Zarra dengan jiwa sosialnya yang tinggi serta merta menyuruh Zee melakukan ritual yang tercantum di bagian akhir list liburannya, mandi.

Jika saja si rusuh Zara tidak datang dan pemain utama drama korea yang ia tonton adalah seseorang yang digilainya mungkin mandi menjadi hal yang paling dilupakan.
**
Di sinilah Zee sekarang, di taman kota, terpaksa mengikuti kegiatan bersepeda dengan Zarra dan komunitasnya. Sepeda biru Zarra berjeda dua sepeda di depannya beriringan dengan seorang pemuda bertopi, mereka asyik mengobrol juga bersenda gurau. Tentu saja dari tempatnya sekarang Zee bisa melihat semua itu.
Cih! Teman macam apa si sipit itu! Tidak cukup mengacuhkan Zee demi pemuda bertopi. Sekarang, di waktu istirahat dia malah memilih berjalan menuju pedagang kaki lima bersama beberapa teman wanita komunitasnya, menyebalkan!
Jika tau akan begini, Zee mati-matian akan menolak ajakan Zarra, lain kali pasti akan ia lakukan.
"Minum?" Si pipi chubby tersentak, bagaimana tidak? Tengah mengumpati Zarra dan segala hal menyebalkannya tiba-tiba seseorang menyodorkan sebotol air mineral tepat di depan wajah, mengisi tempat kosong di sebelahnya.
"Tidak, terimakasih." Nadanya terkesan cuek.
"Tidak apa-apa, minum lah! Aku punya dua, lagi pula aku bukan orang jahat." Dia membuat tanda kutip pada bagian 'orang jahat'.
"Maaf, tapi saya tidak menerima sesuatu dari orang yang belum saya kenal dengan baik." Pemuda itu terkekeh atas penuturan Zee.
"Saya juga tidak memberi sesuatu pada seseorang yang belum saya kenal."
"Tapi kenapa ini ...?" Zee menunjuk botol yang sempat disodorkan. Pemuda itu terkekeh lagi.
"Ternyata benar kata Zarra, susah untuk akrab denganmu. Ahh, sebelumnya saya Ziyu, teman Zarra. Zarra banyak bercerita tentang kamu. Jadi, saya pikir kita sudah saling kenal," paparnya.
Siapa saja jangan lupa ingatkan Zee untuk menegur Zarra nanti, kalau perlu suruh Zee melarang Zarra menyalin tugasnya. Ternyata selain hobby makan mulut mungil itu juga senang berbagi cerita tentang temannya.
"Oke, tapi tetap saja saya tidak kenal dengan anda."
"Maka dari itu mari berkenalan secara resmi."
"Maaf?" Matanya membelalak. Berani sekali si mancung ini!
"Saya punya Boruto episode 5, kalau kamu mau saya tidak keberatan berbagi." Tadinya Zee hampir beranjak dari sana sebelum Ziyu berkata demikian.
Demi apapun Zee sudah mencoba men-download serial anime itu berkali-kali tapi monitor laptopnya selalu menampilkan kata 'server gagal'
"Oke, namaku Zee, kirimkan saja pada Zarra. Mengenal bukan berarti harus berteman!" Zee memilih menghampiri Zarra.
"Tapi suatu saat kita akan menjadi teman baik, nona. Bahkan mungkin lebih," gumam Ziyu.
Aku peringatkan, akan sulit menjadi teman baik Zee jadi jangan berharap lebih!

*Selesai*


EmoticonEmoticon